Lomba Blog Writing Undercover

Agustus 27, 2009

Mau Ngabuburit bareng Moammar Emka, dan buka puasa bareng gratis? Atau, pengen ngobrol-ngobrol soal nulis dan nerbitin buku sama penerbit dan toko buku? GAMPANG! Ikutan aja Lomba Blog Writing Undercover! Caranya simak baik-baik ya..

Syarat:

  1. Kamu musti punya blog yang umurnya 3 bulan atau lebih.
  2. Blog kamu bisa dihost di mana aja. Bisa gratisan, bisa juga blog berbayar.
  3. Bahasa blognya Indonesia ya. Mau bahasa baku, bahasa gaul, apa aja boleh. Yang penting bahasa Indonesia.

Cara Ikutan:

  1. Bikin postingan yang isinya soal nulis dan acara Writing Undercover: Ngabuburit & Buka Bareng Moammar Emka dan Oscar Wirawan. Informasi lengkap soal acaranya, bisa diliat di http://cafewriting.wordpress.com, atau dari event di Facebook – http://bit.ly/QfCJ3.
  2. Postingan terbitnya selama periode lomba.
  3. Cantumin kata-kata berikut ini,

-          “galeriol.com” yang ngelink ke http://www.galeriol.com,

-          “Cafe Writing” yang ngelink ke http://cafewriting.wordpress.com.

  1. URL address dari postingan, dikirim melalui,

-          email ke billy @ galeriol.com (billy[at]galeriol.com), tulis Lomba Blog Writing Undercover di Subject emailnya

-          copy-paste ke kolom link-share di event Facebook. Alamatnya,http://bit.ly/QfCJ3

Kriteria Penilaian:

  1. Jumlah komentar yang ada di post itu.
  2. Isi dari postingan, sesuai dengan syarat dan juga cara yang udah dikasih.

Periode Lomba:

27 Agustus 2009 sampe 3 September 2009 jam 12 siang WIB.

Pengumuman Pemenang:

4 September 2009 di http://cafewriting.wordpress.com

Hadiah:

2 orang yang postingannya paling oke, bakal dapet masing-masing 1 tiket gratis buat dateng ke acara Writing Undercover: Ngabuburit & Buka Bareng Moammar Emka dan Oscar Wirawan, tanggal 6 September 2009, jam 4 sampe buka puasa, di Leksikafe, Toko Buku Leksika, Jl. Raya Lenteng Agung no.101, Jakarta Selatan.

Hadiah bisa diambil di tempat acara, tanggal 6 September 2009, mulai jam 3 sore.

Buat ngambil hadiahnya, jangan lupa bawa bukti identitas diri ya..

Acara ini diselenggarakan oleh Cafe Writing – galeriol.com, bekerjasama dengan Komunitas Jakskuler (http://jakskuler.wordpress.com) bersama dengan Toko Buku Leksika.

Cup #3: Mendapatkan Ide Dengan Menjadi Spons

Agustus 27, 2009

Banyak hal dapat terjadi di café. Dan, dengan menyimak secara baik-baik apa yang terjadi tersebut, dapat membuat kepala kita penuh dengan bahan-bahan dasar untuk ditulis. Mulai dari barang-barang yang terdapat di sekitar kita, orang-orang pengunjung café, hingga peristiwa-peristiwa kecil yang terjadi.

Proses menyimak tersebut dapat berjalan dengan baik ketika kita menerapkan prinsip spons. Bentuknya mungkin berlubang, mudah dibentuk, dan ringan,. Tapi benda tersebut memiliki kemampuan untuk menyerap cairan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah lubangnya, mengisi setiap sela penyusunnya, serta membuatnya memiliki bentuk yang cukup padat dan berat.

Mendapatkan ide ketika kita berada di café dapat dilakukan dengan cara menjadi seperti spons tersebut. Jadilah ringan, berlubang, dan mudah dibentuk. Karena dengan keadaan tersebut akan lebih memudahkan kita untuk menyerap apa pun yang terjadi, mengisi setiap lubangnya hingga penuh dan berat serta padat.

Beberapa ide yang datangnya secara acak dan diserap bersamaan dengan lain-lainnya tersebut, terkadang dapat menjadi sebuah ide yang fenomenal untuk dikembangkan dalam sebuah tulisan. Dan, ide-ide fenomenal tersebut sangat layak untuk dibagi ke pembacanya dari sudut pandang penulisnya yang takkan sama antara satu dengan lainnya.

Ingin tahu lebih banyak cara mendapatkan ide tersebut? Café Writing sebagai salah satu divisi galeriol.com bekerjasama dengan Komunitas Jakskuler dan Leksika Bookstore akan menyelenggarakan sebuah acara yang berkaitan dengan mendapatkan ide, penulisan, dan penerbitan buku. Acara tersebut akan diselenggarakan dengan mengundang beberapa praktisi yang sudah cukup lama berkecimpung dalam bidang tersebut.

Acara tersebut bernama,

Writing Undercover: Ngabuburit & Buka Puasa Bareng Moammar Emka dan Oscar Wirawan

Baca entri selengkapnya »

Cup #2: Diawali Secarik Kertas Di Café

Agustus 25, 2009

Café yang notabene didesain untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjungnya, ternyata juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan. Potensi yang dimaksud di sini merupakan sebuah dorongan terselubung untuk berinspirasi dalam konteks penulisan.

Kenapa penulisan? Karena banyak penulis terkenal bermula dari café. Karena banyak hasil karya tulis besar bermula dari café. Karena banyak masterpiece penerbitan bermula dari buku yang ditulis di café.

Fenomena J.K. Rowling

Contoh yang paling mudah dilihat tentu saja J.K. Rowling. Dari sebuah coret-coretan pada secarik kertas di sebuah café, ia bisa menghasilkan 7 buah buku yang tergabung dalam seri terlaris sepanjang masa. Hal itulah yang kemudian menempatkannya sebagai salah satu orang terkaya di dunia! Karena buku-buku hasil tulisannya telah diterbitkan ke berbagai bahasa di dunia, serta telah difilmkan.

Fenomena penulis tersebut merupakan bukti nyata bahwa café memiliki potensi besar untuk menginspirasi orang agar menghasilkan karya tulis yang benar-benar keluar dari hati mereka. Keluar dari keinginan mereka terdalam. Keluar dari kejernihan pemikiran serta pengetahuan. Sebuah hasil karya tulis yang keluar karena cinta.

Baca entri selengkapnya »

Cup #1: Paradigma Café Di Masyarakat

Agustus 18, 2009

Banyak hal terjadi di café. Mulai dari diskusi kelompok serta negosiasi bisnis, hingga sekadar nongkrong bareng untuk menghabiskan waktu. Bahkan urusan asmara seperti nembak cewek, melamar nikah, hingga selingkuh! Itulah bukti betapa sebuah café memiliki daya tarik tersendiri untuk menjadi tempat bagi terjadinya hal-hal yang mungkin dan tak mungkin.

Café sendiri sekarang mulai menjamur di setiap wilayah kota. Mulai dari Jakarta, hingga Jayapura. Mulai dari Bandung, hingga Batam. Di kota-kota tersebut terdapat café yang memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing yang menarik setiap orang untuk berkunjung dan kemudian menghabiskan waktu.

Dari tempat yang semula hanya menjadi tempat membeli dan menikmati minuman, kini café mulai memiliki paradigma sebagai tempat yang paling nyaman untuk melakukan segala sesuatu. Ini tak lain disebabkan oleh konsep interior dari café yang semakin membuat pengunjungnya betah. Beberapa bahkan menyediakan area khusus pelanggan yang ingin membuat interiornya sesuai keinginan tanpa harus mengikuti pakem pengelola café.

Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.